Pages

Rabu, 07 Januari 2015

ESSAY


AKHLAK BERMASYARAKAT
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak akan pernah terlepas dari kegiatan bertamu dan menerima tamu, hubungan baik dengan tetangga, hubungan baik dengan masyarakat, pergaulan muda-mudi, dan ukhuwwah islamiyah. Adakalanya kita yang datang mengunjungi sanak saudara, teman-teman atau para kenalan, dan lain waktu kita yang dikunjungi. Supaya kegiatan kunjung mengunjungi tersebut tetap berdampak positif bagi kedua belah pihak, maka Islam memberikan tuntunan bagaimana sebaiknya kegiatan tersebut dilakukan. 

1) Bertamu
Sebelum memasuki rumah seseorang, hendaklah yang bertamu terlebih dahulu meminta izin dan mengucapkan salam kepada penghuni rumah. Menurut Rasulullah SAW, meminta izin maksimal boleh dilakukan tiga kali. Apabila tidak ada jawaban seyogyanya yang akan bertamu kembali pulang. Kenapa meminta izin maksimal tiga kali? Karena ketukan yang pertama sebagai pemberitahuan kepada tuan rumah akan kedatangan tamu, ketukan kedua memberikan kesempatan kepada penghuni rumah untuk bersiap-siap atau menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan (boleh jadi ada meja dan kursi atau pakaian yang perlu dirapikan), ketukan ketiga diharapkan penghuni rumah sudah berjalan menuju pintu.

2) Menerima Tamu
Menerima dan memuliakan tamu tanpa membeda-bedakan status social mereka adalah salah satu sifat terpuji yang sangat dianjurkan dalam Islam. Memuliakan tamu dilakukan antara lain dengan menyambut kedatangannya dengan muka manis dan tutur kata yang lemah lembut, mempersilakannya duduk di tempat yang baik. Kalau perlu disediakan ruangan khusus untuk menerima tamu yang selalu dijaga kerapian dan keasriannya. Kalau tamu datang dari tempat yang jauh dan ingin menginap, tuan rumah wajib menerima dan menjamunya maksimal 3 hari 3 malam. Lebih dari 3 hari terserah kepada tuan rumah untuk tetap menjamunya atau tidak. Menurut Rasulullah SAW, menjamu tamu lebih dari tiga hari nilainya sedekah, bukan lagi kewajiban. 

3) Hubungan Baik dengan Tetangga
Sesudah anggota keluarga sendiri, orang yang paling dekat dengan kita adalah tetangga. Merekalah yang diharapkan paling dahulu memberikan bantuan jika kita membutuhkannya. Buruk baiknya sikap tetangga kepada kita tentu tergantung juga bagaimana kita bersikap kepada mereka. Oleh sebab itu sangat dapat dimengerti kenapa Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik dengan tetangga, baik tetangga dekat maupun tetangga jauh. Minimal hubungan baik dengan tetangga diwujudkan dalam bentuk tidak mengganggu atau menyusahkan mereka. Misalnya, waktu tetangga tidur atau istirahat, kita tidak membunyikan radio atau tivi dengan volume tinggi. Yang lebih baik lagi tidak hanya sekedar menjaga jangan sampai tetangga terganggu, tapi secara aktif berbuat baik kepada mereka. Misalnya dengan mengucapkan salam dan bertegur sapa dengan ramah.

4) Hubungan Baik dengan Masyarakat
Selain dengan tamu dan tetangga, seorang Muslim harus dapat berhubungan baik dengan masyarakat yang lebih luas, baik di lingkungan pendidikan, kerja, social, dan lingkungan lainnya. Baik dengan orang-orang yang seagama maupun dengan pemeluk agama lainnya. Hubungan baik dengan masyarakat diperlukan, karena tidak ada seorangpun yang dapat hidup tanpa bantuan masyarakat. Untuk terciptanya hubungan baik sesama muslim dalam masyarakat, setiap orang harus mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing sebagai anggota masyarakat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyebutkan ada lima kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya yaitu kewajiban menjawab salam, mengunjungi orang sakit, mengiringkan jenazah, memenuhi undangan, dan menjawab orang bersin. Dalam berhubungan dengan masyarakat non muslim, Islam mengajarkan kepada kita untuk toleransi, yaitu menghormati keyakinan umat lain tanpa berusaha memaksanakan keyakinan kita kepada mereka. Toleransi tidaklah berarti mengakui kebenaran agama mereka, tapi mengakui keberadaan agama mereka dalam realitas bermasyarakat.

5) Pergaulan Muda-Mudi
Dalam pergaulan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat, terutama antar muda-mudi, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus yaitu tentang mengucapkan salam, berjabatan tangan dan khalwah. Salam yang diajarkan oleh Islam adalah salam yang bernilai tinggi, universal dan tidak terikat dengan waktu. Bernilai tinggi karena mengandung do’a untuk mendapatkan keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah SWT. Universal karena berlaku untuk seluruh umat Islam dimana saja berada tanpa mengenal perbedaan bangsa, bahasa dan warna kulit. Dan dalam Islam tidak mengenal batasan waktu pagi, sore dan malam. Bandingkan misalnya dengan ucapan selamat pagi atau good morning, di samping tidak dipahami oleh orang yang tidak mengerti bahasa tersebut juga terikat dengan waktu. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa untuk lebih menyempurnakan salam dan menguatkan tali ukhuwwah islamiyah, sebaiknya ucapan salam diikuti dengan berjabatan tangan tentu jika memungkinkan. Anjuran untuk berjabatan tangan tidak berlaku antara pria dan wanita kecuali antara suami istri atau antara seseorang dengan mahramnya. Rasulullah SAW melarang pria dan wanita berkhalwah, baik di tempat umum, apalagi di tempat sepi. Yang dimaksud dengan khalwah adalah berdua-duaan antara pria dan wanita yang tidak punya hubungan suami istri dan tidak pula mahram tanpa ada orang ketiga.   

6) Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah islamiyah adalah sebuah istilah yang menunjukkan persaudaraan antara sesama muslim di seluruh dunia tanpa melihat perbedaan warna kulit, bahasa, suku, bangsa dan kewarganegaraan. Yang mengikat persaudaraan itu adalah kesamaan keyakinan atau iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Supaya ukhuwah islamiyah dapat tegak dengan kokoh diperlukan 4 tiang penyangga yaitu ta’aruf (saling kenal mengenal), tafahum (saling memahami kelebihan dan kekurangan,kekuatan dan kelemahan), ta’awun (saling tolong menolong), dan takaful (saling memberikan jaminan, sehingga menimbulkan rasa aman). Supaya ukhuwah islamiyah tetap erat dan kuat, setiap muslim harus dapat menjauhi segala sikap dan perbuatan yang dapat merusak dan merenggangkan ukhuwah tersebut.
Kesimpulan yang dapat saya ambil disini adalah kita didalam kehidupan bermasyarakat sudah pasti saling membutuhkan satu sama lain. Ketika kita sedang berada dalam kesulitan sudah pasti tetangga terdekatlah yang akan datang membantu. Maka ketika mereka dalam kesedihan hiburlah ia agar dapat meringankan bebannya.  

0 komentar:

Posting Komentar